NADIKABAR.COM — Perkembangan tersebut terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak relatif datar pada perdagangan Jumat (28/8/2026). IHSG ditutup turun 0,06% ke level 6.518,12.

Dari jajaran saham yang banyak mempengaruhi pergerakan indeks, BBCA naik 1,17%, BBRI menguat 1,27%, dan MORA bertambah 5,66%. Sebaliknya, BYAN turun 2,83%, TLKM melemah 1,53%, dan IMPC terkoreksi 6,57%.

Investor asing mencatatkan net sell Rp442,38 miliar di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai penjualan bersih investor asing mencapai Rp482,24 miliar.

Secara sektoral, delapan dari 11 sektor saham berakhir melemah. Sektor industrials turun 1,41%, sedangkan sektor financials menjadi sektor yang menguat dengan kenaikan 0,67%.

Pergerakan pasar global juga menjadi perhatian. Bursa Amerika Serikat ditutup melemah, dengan Dow Jones turun tipis 0,02% ke 53.559, S&P 500 turun 0,25% ke 7.711, dan Nasdaq terkoreksi 0,52% ke 26.402.

Investor juga mencermati rebalancing MSCI Agustus 2026. Perubahan tersebut berlaku setelah perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September. Dalam rebalancing ini, GOTO keluar dari Global Standard, CPIN turun ke Small Cap, sementara sembilan saham keluar dari indeks Small Cap. Sementara itu, ETF EIDO masih naik 0,16% dan indeks MSCI Indonesia menguat 0,51%.

ANTM mencatat laba bersih Rp6,91 triliun sepanjang semester I-2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan laba Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ANTM juga naik menjadi Rp62,71 triliun dari Rp59,01 triliun.

Emas menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan. Penjualan dari segmen tersebut mencapai Rp50,39 triliun atau sekitar 80% dari total penjualan ANTM.

Dari bisnis nikel, ANTM membukukan penjualan Rp10,41 triliun. Produksi bijih nikel tercatat 7,78 juta wet metric ton (wmt), sementara penjualannya mencapai 6,77 juta wmt. Produksi feronikel tercatat 7.788 ton nikel (TNi).

Untuk segmen bauksit dan alumina, penjualan mencapai Rp1,88 triliun. Produksi bauksit tercatat 1,28 juta wmt dengan penjualan 1,26 juta wmt. Sementara itu, produksi alumina mencapai 100.257 ton dan penjualan tercatat 100.437 ton.

Dari sisi teknikal, saham ANTM memiliki risiko bergerak menuju area Rp3.100. Kondisi tersebut terlihat dari indikator stochastic yang mengarah turun serta adanya bearish divergence.