TOBA terus mengembangkan lini bisnis di luar batu bara. Pada semester I-2026, bisnis hijau menyumbang 66,5% terhadap pendapatan perseroan.

Kontribusi tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan bisnis batu bara yang menyumbang 31,4% pendapatan.

Salah satu penopang bisnis hijau TOBA berasal dari pengelolaan limbah. Segmen tersebut menghasilkan pendapatan US$105,9 juta dan memberikan kontribusi 92% terhadap EBITDA perseroan.

TOBA juga menyiapkan ekspansi ke depan. Perseroan menargetkan kapasitas pengumpulan limbah lebih dari 1 juta ton per tahun dan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$200 juta untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.

Pada sektor energi terbarukan, TOBA menargetkan kapasitas lebih dari 500 MW pada 2030. Sementara melalui Electrum, perseroan menargetkan jumlah kendaraan listrik yang mencapai lebih dari 500.000 unit pada tahun yang sama.

HATM berencana melakukan private placement dengan menerbitkan maksimal 640 juta saham baru. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp500 per saham. Dengan harga tersebut, HATM berpotensi memperoleh dana sekitar Rp320 miliar.

Harga pelaksanaan tersebut setara dengan 90,50% dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler. Dana hasil aksi korporasi akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal, termasuk penambahan armada kapal. Selain itu, dana tersebut dapat digunakan untuk pembayaran pinjaman bank.

Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, ekuitas HATM diproyeksikan meningkat dari Rp1,61 triliun menjadi Rp1,93 triliun. Total aset juga diproyeksikan naik dari Rp1,89 triliun menjadi Rp2,21 triliun.

Namun, aksi tersebut akan membuat kepemilikan pemegang saham lama terdilusi secara proporsional. Tingkat dilusi diperkirakan maksimal 6,87% sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan.

Private placement dapat dilakukan hingga akhir Desember 2026, terhitung sejak RUPSLB yang menyetujui PMTHMETD pada 21 Agustus 2026. Pelaksanaan private placement dijadwalkan pada 4 September 2026, sedangkan pencatatan saham baru di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 7 September 2026.

VKTR - Buy 945-960 | TP 975-990 | SL 895