Dari AS, sentimen pasar dibayangi kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi Artificial intelligence (AI), terutama terkait besarnya belanja modal untuk pembangunan pusat data dan kemampuan perusahaan mempertahankan tingkat pengembalian investasi.
Sekitar sepertiga perusahaan S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pada pekan depan, termasuk Alphabet, Microsoft, dan Amazon.
Di tengah kekhawatiran tersebut, pertumbuhan laba korporasi masih menjadi penopang pasar, dengan laba perusahaan S&P 500 diproyeksikan meningkat lebih dari 32 persen pada kuartal III-2026, berdasarkan data LSEG IBES.
Sementara itu, sentimen konsumen AS melemah mendekati rekor terendah pada Oktober 2026, yang mencerminkan memburuknya persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi.
Dari dalam negeri, rencana penerapan mandatori biodiesel B50 turut menjadi perhatian pasar komoditas, karena berpotensi meningkatkan kebutuhan minyak sawit domestik dan mempengaruhi keseimbangan pasokan global.
Sementara itu, Danantara Indonesia menargetkan profitabilitas perusahaan BUMN mencapai Rp334 triliun hingga akhir 2026 melalui efisiensi operasional, penyederhanaan struktur perusahaan, dan optimalisasi aset negara.
Hingga saat ini, proses streamlining telah dilakukan terhadap 364 perusahaan, dengan target meningkat menjadi 700 perusahaan pada akhir Desember 2026.
Di sisi lain, realisasi investasi Indonesia selama Oktober 2024 sampai September 2026 mencapai Rp3.923,2 triliun, terdiri dari penanaman modal dalam negeri sebesar Rp1.998,7 triliun dan investasi asing sebesar Rp1.924,5 triliun.