Adapun, investasi tersebut menyerap sekitar 5,49 juta tenaga kerja, dengan 51,8 persen investasi terealisasi di luar Jawa.
Di sisi lain, Fitch Ratings memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,2 persen sepanjang 2026, di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen.
Setelah tumbuh 5,4 persen year on year (yoy) pada semester I-2026, pertumbuhan diproyeksikan turun di bawah 5 persen pada semester II-2026.
Perlambatan dipengaruhi berkurangnya dorongan belanja pemerintah setelah pengeluaran meningkat hampir 19 persen pada semester I-2026, dengan kontribusi sekitar 1,2 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, kenaikan harga energi global akibat konflik AS-Iran serta melemahnya kepercayaan konsumen diperkirakan menekan aktivitas ekonomi dan konsumsi rumah tangga hingga akhir tahun.
Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Jumat (23/10) pekan kemarin, diantaranya FTSE 100 Inggris melemah 0,32 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,75 persen, indeks CAC 40 Prancis melemah 0,36 persen, indeks Euro Stoxx 50 melemah 0,31 persen.
Bursa AS Wall Street juga kompak melemah pada Jumat (23/10), diantaranya Indeks S&P 500 melemah 0,52 persen ke 7.623,68, indeks Nasdaq Composite memelah 0,21 persen ke 25.954,34, dan indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,23 persen ke 51.215,16.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain, indeks Nikkei melemah 0,62 persen ke 62.305,00, indeks Hang Seng melemah 0,03 persen ke 23.087,76, indeks Kospi melemah 1,34 persen ke 5.474,53, indeks Shanghai melemah 0,60 persen ke 3.668,27, dan indeks Strait Times melemah 0,10 persen ke 5.417,76.