NADIKABAR.COM β€” Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta mengatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik menguat (rebound) salah satunya dipicu oleh pelaku pasar yang mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) untuk menahan BI-Rate di level 5,75 persen.

Selain itu, menurut dia, BI juga konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat guna mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

β€œMeski demikian, pemulihan IHSG masih perlu dicermati secara hati-hati karena sentimen terkait evaluasi klasifikasi Indonesia oleh MSCI belum sepenuhnya mereda. Oleh karena itu, rebound saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase pemulihan awal yang masih membutuhkan konfirmasi dari keberlanjutan arus beli, stabilitas rupiah dan efektivitas reformasi pasar modal,” ujar Nafan saat dihubungi oleh ANTARA di Jakarta, Rabu.

Nafan menjelaskan rebound IHSG pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh kombinasi technical rebound setelah tekanan jual yang cukup signifikan pada perdagangan Selasa (20/10).

IHSG berbalik menguat 18,54 poin atau 0,35 persen ke posisi 5.297,43 pada perdagangan pukul 14.45 WIB di Rabu (21/10) hari ini, setelah sebelumnya pada perdagangan sesi I ditutup melemah 44,53 poin atau 0,84 persen ke posisi 5.234,36.

β€œAksi bargain hunting terhadap saham-saham yang mengalami koreksi tajam, serta respons positif terhadap langkah pembenahan pasar modal yang dilakukan oleh OJK dan BEI,” ujar Nafan.

Secara sektoral, Nafan menyebut rebound IHSG ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, energi dan pertambangan, serta barang baku dan konsumer.