βNamun, perilaku bargain hunting tersebut belum tentu mencerminkan pulihnya kepercayaan secara menyeluruh. Karena itu, indikator penting yang perlu dicermati adalah keberlanjutan arus dana asing, peningkatan kualitas transaksi, serta kemampuan IHSG mempertahankan penguatannya setelah rebound,β ujar Nafan.
Dalam jangka pendek, Nafan memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan pemulihan teknikal, namun volatilitas diperkirakan masih tinggi karena investor terus mencermati perkembangan MSCI, stabilitas rupiah, dan implementasi reformasi pasar modal.
Ia menjelaskan penguatan yang disertai peningkatan volume transaksi serta perbaikan arus dana asing akan menjadi indikasi bahwa rebound memiliki fondasi yang lebih kuat.
Sebaliknya, apabila penguatan hanya ditopang oleh aksi beli spekulatif dan tidak diikuti perbaikan kepercayaan investor, IHSG berisiko kembali mengalami tekanan jual.
Dalam jangka menengah, Ia memproyeksikan prospek IHSG akan sangat bergantung pada keberhasilan OJK dan BEI memperbaiki transparansi kepemilikan, meningkatkan kredibilitas pembentukan harga, dan memperkuat perlindungan investor.
βApabila reformasi tersebut berjalan konsisten, peluang pemulihan kepercayaan pasar akan semakin terbuka. Strategi investasi yang disarankan adalah melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham berfundamental solid, memiliki likuiditas memadai, dan valuasi yang atraktif, dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin,β ujar Nafan.