Tekanan tersebut tercermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ditutup pada level 6.071,14 pada akhir September 2026 atau terkoreksi 6,96% secara month-to-month.
Hasan mengatakan, pergerakan pasar saham domestik sepanjang September dipengaruhi meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Kondisi tersebut terjadi seiring eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global.
Meski demikian, OJK menilai daya tahan dan likuiditas pasar modal domestik masih terjaga. Rata-rata bid-ask spread pasar saham tercatat sebesar 1,2%, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,17%.