NADIKABAR.COM — Ilham Akbar Habibie mengingatkan risiko ketergantungan negara terhadap teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) asing. Menurutnya, akses terhadap teknologi yang saat ini tersedia secara global belum tentu akan terus terbuka bagi semua negara.

Sosok yang menjabat Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) ini mencontohkan kebijakan Amerika Serikat pada Juni 2026 yang disebutnya membatasi penggunaan teknologi AI tertentu berdasarkan kewarganegaraan penggunanya. Ilham menilai kejadian tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan negara penyedia.

"Tiba-tiba Presiden Trump memutuskan untuk versi cloud tertentu yang paling terkemuka hanya boleh digunakan oleh orang yang punya paspor Amerika," ujarnya dalam forum diskusi 'Kedaulatan Digital Indonesia, Realistis atau Utopis?' di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10/2026).