"Anjing robot ini merupakan demonstrasi sederhana tentang bagaimana kemajuan dalam sistem biologis juga dapat diterapkan di dunia nyata, tetapi ini membantu membuat peluang tersebut menjadi lebih nyata," kata Kagan seperti dikutip dari The Daily Galaxy.

Menurut Kagan, dalam jangka panjang pendekatan ini berpotensi mendukung robot dan sistem otonom yang harus mengambil keputusan di lingkungan dunia nyata yang sulit diprediksi.

Pengembangan ini berangkat dari gagasan bahwa jaringan neuron hidup memiliki sejumlah kemampuan yang menarik untuk komputasi, termasuk efisiensi energi dan kemampuan beradaptasi. Otak manusia, misalnya, dapat menjalankan fungsi kompleks dengan kebutuhan energi yang relatif rendah.

Kagan menilai robot konvensional memang semakin piawai mengendalikan gerakan fisik. Namun, kemampuan untuk belajar dengan cepat dan menyesuaikan diri ketika kondisi berubah masih menjadi tantangan.

"Robot yang semakin mumpuni dalam mengendalikan gerakan fisiknya masih kesulitan dengan kemampuan kendali tingkat tinggi yang diperlukan untuk belajar dengan cepat atau beradaptasi ketika kondisi berubah," ujarnya.