Cortical Labs sebelumnya juga pernah memperlihatkan kelompok neuron yang mampu menjalankan tugas di komputer, termasuk memainkan gim Pong dan Doom. Eksperimen dengan anjing robot ini memperluas demonstrasi tersebut dari lingkungan virtual ke perangkat fisik.

Meski demikian, teknologi ini masih berada pada tahap awal. Kecepatan dan efisiensinya belum memadai untuk menjalankan tugas robotik yang kompleks. Peneliti juga masih perlu memahami bagaimana chip berbasis neuron dapat menyimpan informasi dan membentuk semacam memori.

Johnson Zhou, Research Software Engineer di Cortical Labs, mengatakan tantangan pengembangan teknologi ini bukan sekadar menumbuhkan neuron di atas silikon.

"Tantangannya bukan hanya menumbuhkan neuron di atas silikon, melainkan menemukan cara yang andal untuk berkomunikasi dengan sistem biologis, melatihnya, dan memahami pendekatan mana yang menghasilkan kinerja konsisten," ujarnya.

Riset navigasi ini telah dipresentasikan pada konferensi NeurIPS 2026 dan tersedia di arXiv. Namun, penelitian tersebut belum melalui proses tinjauan sejawat (peer review). Karena itu, kemampuan neuron hidup untuk mengendalikan robot masih perlu diuji lebih lanjut sebelum dapat diterapkan secara luas.