NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah akan membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di dalam negeri. Hal ini dilakukan agar impor minyak bisa langsung masuk ke Indonesia tanpa singgah di negara lain.
Bahlil mengatakan, pembangunan storage tersebut nantinya akan dilakukan oleh Badan Layanan Umum (BLU) bersama sejumlah perusahaan mitra.
"Crude kita juga nanti kita akan membangun storage di sini. Nanti BLU dengan beberapa perusahaan yang sudah melakukan kerja sama akan membangun storage. Supaya kalau kita impor crude, tidak lagi mampirin negara A, negara B, negara C, tapi langsung ke Indonesia," ujar Bahlil dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (27/10/2026).
Adapun rencana ini sejalan dengan perubahan skema pengadaan energi melalui Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2026. Lewat aturan itu, pengadaan crude oil, BBM, dan LPG kini dilakukan BLU melalui kerja sama antar pemerintah (government-to-government/g-to-g) dan pemerintah dengan badan usaha (government to business/g-to-b).
Langkah tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta jajarannya segera menyiapkan langkah antisipasi, termasuk alternatif terburuk, agar Indonesia tetap memperoleh sumber energi di tengah ketidakpastian geopolitik. Saat ini, Indonesia masih mengimpor crude, meski tidak lagi dari kawasan Timur Tengah.
Selain menyiapkan infrastruktur penyimpanan, Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM akan berangkat ke sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk memperoleh kepastian pasokan. Ia juga mendapat tugas dari Presiden untuk mencari kontrak pasokan jangka panjang.
"Rakyat Indonesia, tenang. Insyaallah saya akan memberikan jaminan, atas arahan dan perintah Presiden Prabowo, bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi. Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang," kata Bahlil.