Dia mengatakan bahwa impor dari China ke Uni Eropa seharusnya bebas tarif hingga 8 persen dari jumlah kendaraan Eropa yang terdaftar, namun dengan tarif 80 persen untuk impor sudah melebihi batas tersebut. Roberto mengungkap bahwa kebijakan tersebut harus mencakup kendaraan maupun komponen, sebab suku cadang menyumbang 80 persen dari sebuah kednaraan.
Uni Eropa diketahui memberlakukan bea masuk tambahan terhadap kendaraan listrik buatan China di atas tarif impor mobil standar 10 persen. Beban tarif gabungannya berkisar tim redaksi 18-45 persen, tergantung produsennya. Kebijakan ini sudah berlangsung pada tahun 2024 dan berlaku selama lima tahun.
Dia juga mengatakan bahwa pabrik-pabrik mobil China yang berdiri di Eropa bagaikan 'pabrik obeng'. Roberto bilang bahwa perusahaan seperti BYD dan Chery justru kurang tertarik menggunakan bahan baku lokal dan memperkirakan mereka akan terus mengimpor sebagian besar komponen dari China atau negara-negara berbiaya rendah yang berdekatan dengan Eropa.