Nilai ekspor komoditas tersebut meningkat 89,04 persen secara tahunan, dengan andil sebesar 8,47 persen terhadap total kenaikan ekspor.

Selanjutnya, ekspor tembaga dan barang daripadanya melonjak 165,97 persen secara tahunan dengan andil 1,64 persen. Adapun ekspor mesin dan perlengkapan elektrik atau HS 85 tumbuh 24,37 persen dengan kontribusi sebesar 1,61 persen terhadap kenaikan ekspor.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor nonmigas Indonesia pada September 2026. Dari total ekspor nonmigas sebesar US$26,64 miliar, sektor industri pengolahan menyumbang US$23,27 miliar atau setara 87,36 persen.

Sementara itu, sektor pertambangan dan lainnya mencatatkan ekspor sebesar US$2,86 miliar. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang US$510 juta.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencapai US$221,23 miliar atau meningkat 5,58 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Berdasarkan negara tujuan, ekspor nonmigas terbesar pada periode tersebut dikirim ke Tiongkok dengan nilai US$54,17 miliar. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat sebesar US$25,39 miliar dan India sebesar US$15 miliar.

Kontribusi ekspor nonmigas ke ketiga negara tersebut mencapai 44,55 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia.