"Jika dilihat menurut penggunaan secara kumulatif peningkatan impor naik di seluruh kelompok," kata Ateng.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencapai US$210,63 miliar atau naik 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor migas tercatat sebesar US$32,57 miliar atau meningkat 37,35 persen. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$178,06 miliar atau tumbuh 16,92 persen.

Di sisi lain, nilai ekspor Indonesia pada September 2026 mencapai US$27,59 miliar. Angka tersebut meningkat 11,87 persen dibandingkan ekspor pada September 2025.

Ateng mengatakan peningkatan ekspor terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas. Sebaliknya, ekspor migas justru mengalami penurunan.

"Pada September 2026, nilai ekspor mencapai US$27,59 miliar atau naik 11,87 persen dibandingkan dengan September 2025," ujar Ateng.

Ia merinci ekspor migas tercatat sebesar US$950 juta atau turun 0,99 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$26,64 miliar atau tumbuh 12,39 persen dibandingkan September 2025.

Kenaikan ekspor nonmigas terutama didorong oleh sejumlah komoditas unggulan. Lemak dan minyak hewani/nabati menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekspor.