Di sisi lain, Inara mengaku beberapa kali berusaha menghubungi Mawa melalui pesan pribadi atau direct message (DM). Ia menyebut upaya tersebut dilakukan untuk mengajak Mawa bertemu dan meluruskan persoalan di antara mereka.

"Kemudian saya beberapa kali sudah chat secara langsung via DM untuk mengajak bertemu, bahkan dari sebelum konflik, untuk meluruskan keadaan yang sebenarnya tentang kami semua," ujar Inara.

Namun, menurut Inara, kedatangan Mawa ke Jakarta justru berujung pada laporan polisi yang diterimanya. Ia mengaku semula berharap persoalan tersebut bisa dibicarakan secara langsung.

"Namun saya kaget karena ketika beliau sampai di Jakarta bukan untuk duduk bertiga, tapi laporan polisi yang saya terima," tuturnya.