NADIKABAR.COM — Harga Bitcoin kembali menembus 80.000 dolar AS setelah mengalami tekanan pada akhir Oktober, berdasarkan data pada CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 80.500 - 80.700 dolar AS naik lebih dari 6 persen dalam 24 jam (5/11).

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian menyebutkan, pergerakan ini sebagai indikasi positif pemulihan sentimen pasar, meskipun keberlanjutannya masih dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi global.

"Pergerakan positif tersebut menunjukkan mulai membaiknya minat pelaku pasar setelah periode penuh ketidakpastian," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Meskipun terlihat adanya momentum pemulihan, lanjutnya tetapi kenaikan dalam satu atau dua hari belum cukup untuk memastikan arah pasar dalam jangka panjang, sehingga investor tetap perlu memperhatikan likuiditas dan perkembangan data ekonomi.

Secara global, penguatan Bitcoin berlangsung seiring pasar mencermati hasil midterm election di Amerika Serikat. Perubahan komposisi politik setelah kemenangan Partai Demokrat AS menjadi perhatian pelaku pasar dalam menilai proses pembahasan dan arah kebijakan ekonomi serta regulasi ke depan.