NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah menargetkan proses aksesi terhadap Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dapat disetujui oleh seluruh negara anggota dalam pertemuan pada November 2026.
Australia sebagai salah satu negara anggota perjanjian dagang tersebut pun diharapkan dapat membantu proses aksesi Indonesia, terutama usai kedua negara memperpanjang program kemitraan untuk pembangunan ekonomi (Australia–Indonesia Partnership for Economic Development) atau PROSPERA.
“Hal lain yang membutuhkan dukungan dari Australia adalah terkait CPTPP. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, kami berharap pada pertemuan November mendatang proses aksesi keanggotaan Indonesia di CPTPP dapat dimulai dan disetujui oleh seluruh negara anggota,” kata Airlangga Hartarto dalam peluncuran PROSPERA Fase II di Jakarta, Kamis.