Airlangga menuturkan Australia sebelumnya telah memberikan berbagai dukungan bagi proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui PROSPERA.
“Sejauh ini PROSPERA telah banyak membantu Indonesia melalui berbagai forum diskusi, kajian, dan program kerja, serta merespons berbagai kebutuhan dalam proses OECD tersebut,” ujarnya.
Menurut Airlangga, Indonesia menargetkan untuk mendapatkan status keanggotaan penuh OECD pada 2028. Saat ini, pemerintah telah menyelesaikan sekitar 80 persen atau 20 dari 25 bagian dokumen penilaian mandiri (initial memorandum) sebagai syarat untuk menjadi anggota OECD.