NADIKABAR.COM — Dilaporkan industri game menyokong Produk Domestik Bruto (PDB) sejumlah negara di Asia Tenggara. Nilainya sangat fantastis hingga ratusan triliunan rupiah.

Direktur Access Partnership, Cheng Wei Swee, menyebutkan bahwa hal itu hanya terjadi di lima negara seperti Indonesia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

"Seperti yang kita lihat tahun lalu saja, industri ini menyumbang hingga USD 8,2 miliar atau sekitar Rp 147 triliun terhadap PDB, mencakup seluruh produk domestik bruto dan lebih dari 640.000 lapangan kerja," kata Cheng, dalam acara World Coference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Grand Indonesia, Kamis (22/10/2026)..

Data tersebut keluar dari hasil laporan Cheng ketika membahas white paper bertajuk The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia.

Cheng menjelaskan angka sebesar itu tak lepas dari dampak yang ditimbulkan oleh beberapa bidang, di antaranya pengembang, produsen, dan penyelenggara esports yang setidaknya menyumbang sekitar 50% dari nilai tersebut, termasuk tingginya tingkat lapangan kerja.

Dia juga mengungkapkan bagaimana bisnis ini akan semakin berkembang ke depannya. Menurutnya, bila melihat hingga 2030, dirinya memperkirakan industri game akan menyumbang nilai yang lebih besar hingga USD 14,2 miliar dan 1,16 juta lapangan kerja.

"Dan saya pikir beberapa pendorong utama adalah seperti yang saya katakan sebelumnya, kami telah mengesampingkan kontribusi perusahaan asing, tetapi penting untuk mengetahui bahwa ada efek limpahan yang penting ke dalam perekonomian. Dan ada tiga area, pertama, investasi langsung, transfer kapasitas dan keterampilan, serta peningkatan akses ke berbagai pasar," pungkasnya.

Meski begitu, Cheng mengaku tetap ada kekhawatiran di balik kontribusi video game. Dirinya mengingatkan tetap butuh pendekatan yang tepat untuk memfasilitasi pertumbuhan industri ini.