NADIKABAR.COM — PT Pertamina (Persero) terus mendorong penguatan kolaborasi regional. Hal ini lantaran industri hulu migas dihadapkan pada tantangan dalam mempertahankan produktivitas lapangan eksisting dan menarik investasi untuk menemukan sumber daya migas baru.

Ascope Secretary in Charge (ASIC) Henricus Herwin mengatakan, negara-negara ASEAN menghadapi tantangan yang serupa dalam mengelola aset hulu migas, mulai dari mempertahankan keekonomian lapangan yang telah berproduksi selama puluhan tahun hingga mengembangkan peluang eksplorasi dan mengelola fasilitas yang telah mencapai akhir masa operasinya.

"Kita berkumpul dalam forum ini untuk membantu kawasan kita [ASEAN] memaksimalkan potensi setiap aset hulu minyak dan gas bumi sepanjang siklus hidupnya," ujar Henricus dalam pembukaan ASCOPE 51st Council Meeting, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Menurut Henricus, optimalisasi aset hulu migas membutuhkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pemeliharaan produktivitas lapangan eksisting, pengembangan peluang eksplorasi, serta penutupan fasilitas secara aman, bertanggung jawab, dan efisien dari sisi biaya.

Dia menilai, tantangan tersebut tidak harus dihadapi setiap negara secara terpisah. Melalui ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE), para anggota dapat memperkuat kerja sama melalui pertukaran data, bukti, dan pengalaman untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pengelolaan aset masing-masing.

"Dengan berbagi kemajuan, data, dan pengalaman di antara anggota ASCOPE, kita dapat membantu setiap anggota mengambil keputusan yang lebih baik terkait aset yang dikelolanya masing-masing, sekaligus mengubah pengetahuan regional menjadi hasil yang nyata dan dapat diterapkan," katanya.