NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji membantah anggapan Indonesia mengalami deindustrialisasi di sektor manufaktur. Menurutnya, kini industri nasional justru mulai menuju masa kebangkitan.
Misalnya saja pasar otomotif Indonesia, industri kendaraan itu masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Hal itu terlihat dari rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih baru 99 mobil per 1.000 orang.
Angka ini masih jauh di bawah sejumlah negara ASEAN. Sarmuji meyakini ruang pasar otomotif Indonesia untuk tumbuh masih sangat besar.
"Misalkan Malaysia sampai 490, Thailand 275. Jadi kalau itu rasio kepemilikan mobilnya bisa meningkat, itu pasti produksi akan lebih besar lagi," ujar Sarmuji saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dalam pertemuan dengan pabrikan mobil PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Sarmuji juga mencatat adanya pertumbuhan pasar kendaraan sebesar 15%. Hal ini menandakan industri otomotif Indonesia masih tetap tumbuh dan belum habis.
"Jadi narasi tentang deindustrialisasi itu sebenarnya narasi yang sudah agak ketinggalan, kita industri kita mulai tumbuh. Mulai menuju kebangkitan," terang Sarmuji.
Lebih lanjut, Sarmuji menyampaikan pabrikan mobil Toyota juga berhasil menyerap tenaga kerja yang besar, jumlahnya sekitar 8.000 pekerja secara langsung. Sementara itu, jumlah pekerja yang terlibat dalam rantai pasok dan jaringan dealer Toyota mencapai 360.000 orang.
"Jadi tentu itu kita ucapkan terima kasih, tapi kita juga mendorong untuk bisa tumbuh lebih tinggi lagi terutama untuk kepentingan ekspor dan memperluas lapangan kerja kita," pungkas Sarmuji.