Febri menjelaskan, dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 15 subsektor industri yang mengalami ekspansi dan 8 subsektor industri yang mengalami kontraksi.

Subsektor industri yang mengalami ekspansi itu memiliki kontribusi PDB sebesar 84,4% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada PDB triwulan II 2026.

"Dua subsektor industri dengan nilai IKI tertinggi adalah Industri Minuman dan Industri Alat Angkut Lainnya," katanya.

Sementara itu, delapan subsektor yang mengalami kontraksi meliputi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri kayu, barang dari kayu dan gabus serta barang anyaman, industri kertas dan barang dari kertas, industri percetakan dan reproduksi media rekaman.

Kemudian industri karet, barang dari karet dan plastik, industri komputer, barang elektronik dan optik, industri peralatan listrik, serta industri mesin dan perlengkapan YTDL.