"Kelompok pengeluaran yang mendorong terjadi inflasi bulanan terbesar terutama pada makanan minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 0,57% dan kelompok tersebut memberikan adil inflasi sebesar 0,17%. Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau terutama daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17%," lanjutnya.
Selain itu, cabai rawit hingga beras juga menyumbang inflasi Agustus dengan andil masing-masing 0,02%. BPS juga mencatat rokok memberikan andil inflasi Agustus 0,01%.
"Kemudian cabai rawit, ikan segar, dan juga beras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02%. Serta kacang panjang, buncis, jagung manis ketimun, semangka, sigaret Kretek mesin dan juga sigaret putih mesin dengan andil inflasi masing-masing 0,01%," lanjutnya.