NADIKABAR.COM — Kondisi ekonomi global masih penuh tantangan jelang memasuki tahun 2027. Tantangan tersebut di antaranya dari tekanan inflasi hingga arah kebijakan moneter yang semakin beragam.

Chief Economist Allianz Global Investors, Christian Schulz, menyebut perekonomian global memasuki tahun 2027 di tengah transisi struktural yang signifikan, dengan pertumbuhan yang tetap resilien dan didukung oleh investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), belanja pemerintah, serta berlanjutnya proses penyeimbangan ulang ekonomi global.

Lanjutnya, investor menghadapi lingkungan investasi yang ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang tetap resilien, namun diiringi tekanan inflasi yang masih bertahan, perubahan arah kebijakan moneter, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI) masih menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan, sementara berbagai langkah fiskal terus menopang aktivitas ekonomi di sejumlah negara utama.

Di saat yang sama, tekanan inflasi berpotensi membuat suku bunga bertahan pada level yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, dengan arah kebijakan moneter yang akan semakin beragam di berbagai kawasan.

"Dalam kondisi ini, perkembangan makroekonomi diperkirakan akan memainkan peran yang semakin penting dalam membentuk arah pasar, sementara dinamika geopolitik dan berbagai kerentanan lainnya tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati," ujar Christian dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, pasar negara berkembang tetap menjadi bagian penting dalam portofolio global, terutama bagi investor yang mencari sumber pertumbuhan di luar pasar negara maju.

Di tengah ketidakpastian yang mewarnai pasar modal sepanjang 2026, AllianzGI Indonesia memandang volatilitas sebagai bagian dari siklus investasi. Dalam kondisi tersebut, menjaga disiplin investasi dan berfokus pada tujuan investasi jangka panjang menjadi kunci untuk membangun nilai investasi yang berkelanjutan.

Presiden Direktur & Head of Indonesia AllianzGI Indonesia, Adi Saugi mengatakan, pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan yang berasal dari berbagai faktor global maupun domestik. Meski demikian, pihaknya meyakini prospek Indonesia tetap didukung oleh kekuatan fundamental ekonomi, besarnya pasar domestik, serta potensi pertumbuhan jangka panjang.

Di tengah dinamika tersebut, langkah-langkah yang mendukung stabilitas dan pengembangan pasar modal turut menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor serta mendorong terciptanya pasar modal yang kuat dan berkelanjutan.

"Bagi investor, kondisi saat ini menggarisbawahi pentingnya tetap berfokus pada faktor-faktor fundamental dan mempertahankan perspektif jangka panjang, karena nilai investasi yang berkelanjutan dibangun melalui disiplin, konsistensi, dan kesabaran dalam menjalankan strategi investasi, sambil tetap mencermati dinamika pasar," katanya.

Ke depan, AllianzGI Indonesia meyakini bahwa pendekatan investasi yang berlandaskan fundamental, diversifikasi, dan perspektif jangka panjang akan semakin penting dalam membantu investor menavigasi ketidakpastian dan volatilitas pasar sekaligus menangkap peluang yang muncul dari perkembangan ekonomi dan pasar.