Dalam proses streamlining tersebut, Telkom menargetkan penyederhanaan jumlah perusahaan dari 68 menjadi 18 perusahaan.

Hingga saat ini, sebanyak 24 perusahaan telah dituntaskan dalam proses tersebut, sementara sekitar 19 perusahaan ditargetkan dapat diselesaikan pada kuartal IV-2026.

Adapun tujuh perusahaan lainnya berpotensi baru diselesaikan pada 2027, karena prosesnya melibatkan aksi divestasi.

Manajemen mengatakan divestasi dilakukan dengan mempertimbangkan optimalisasi nilai sebelum perusahaan masuk dalam proses streamlining.

Sebelumnya, Telkom menyatakan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan perseroan akan dikelola oleh InfraNexia sebagai bagian dari transisi menuju model strategic holding.

Pengelolaan yang lebih terfokus tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi aset, memperluas jaringan dan kemitraan strategis, serta membuka akses infrastruktur bagi lebih banyak pelaku industri di Indonesia.