Asam folat merupakan salah satu nutrisi penting yang perlu dipersiapkan sebelum kehamilan. Vitamin B9 ini berperan dalam pembentukan dan perkembangan awal sistem saraf janin.
Perempuan yang merencanakan kehamilan dianjurkan mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari, idealnya dimulai setidaknya satu bulan sebelum hamil. Konsumsi asam folat membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin.
Asam folat dapat diperoleh melalui suplemen dan makanan yang diperkaya vitamin tersebut. Sumber folat alami juga terdapat pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan jeruk.
Namun, asam folat bukan obat penyubur yang secara langsung menjamin kehamilan. Fungsinya terutama untuk mendukung kesehatan sebelum hamil dan perkembangan janin pada tahap awal.
Perempuan dengan riwayat kehamilan yang mengalami cacat tabung saraf atau kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan dosis berbeda. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan dosis tinggi.
4. Terapkan pola makan bergizi seimbang
Pola makan yang baik membantu menjaga kesehatan tubuh dan mendukung fungsi reproduksi kedua pasangan. Selama promil, usahakan mengonsumsi makanan beragam yang mencakup sayuran, buah-buahan, protein, biji-bijian, serta sumber lemak sehat.
Protein dapat diperoleh dari telur, ikan, ayam, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe. Sementara itu, sayuran dan buah-buahan menyediakan vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh.
Hindari pola makan ekstrem yang membatasi kelompok makanan tertentu tanpa alasan medis. Kekurangan asupan energi dan nutrisi dapat mengganggu kesehatan secara keseluruhan, termasuk fungsi reproduksi.
Meski pola makan bergizi penting, belum ada satu jenis makanan tertentu yang terbukti dapat menjamin kehamilan secara alami. Karena itu, pasangan sebaiknya berfokus pada kebiasaan makan yang seimbang daripada mengandalkan makanan yang diklaim sebagai penyubur.
Berat badan yang terlalu rendah maupun berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan kesuburan. Pada perempuan, perubahan berat badan yang signifikan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan keteraturan ovulasi.
Sementara itu, obesitas pada laki-laki dapat berkaitan dengan perubahan hormon dan kualitas sperma. Namun, berat badan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesuburan.
Pasangan yang sedang menjalani promil dapat memulai dengan aktivitas fisik secara teratur, pola makan seimbang, dan waktu tidur yang cukup. Jika memiliki berat badan jauh di bawah atau di atas rentang sehat, konsultasikan dengan tenaga medis untuk menentukan langkah yang sesuai.
Hindari diet ketat atau penurunan berat badan secara drastis demi mengejar target kehamilan dalam waktu singkat.