Perbedaan lainnya ada pada penggunaan mikrofon. Pebalap MotoGP nantinya akan menggunakan dua mikrofon, satu di dalam helm dan satu lagi di bagian baju balap.
F1 memiliki cara yang lebih sederhana untuk menjaga posisi mikrofon tetap dekat dengan mulut. Pebalap menggunakan balaclava atau penutup kepala yang membantu menahan mikrofon di tempatnya.
Cara tersebut sulit diterapkan di MotoGP. Sebab, menurut Sendra, penggunaan balaclava tak ideal untuk pebalap motor. Ia bahkan pernah melihat seorang pebalap muntah-muntah saat mengenakannya di lintasan.
Selain itu, tantangan terbesar MotoGP juga datang dari angin. Mikrofon di baju balap akan dinonaktifkan ketika helm sudah dipasang. Pasalnya, jarak tim redaksi kedua mikrofon dapat menimbulkan masalah pada kualitas suara.
"Angin di dalam helm pebalap sangat brutal," tuturnya.