MotoGP pun sudah melakukan pengujian, salah satunya bersama Fabio Quartararo. Hasilnya, kualitas suara memang belum sempurna, tetapi masih bisa dipahami.

"Ini tantangan yang menarik untuk terus kami kembangkan," kata Sendra.

Bukan hanya itu, secara fungsi, keduanya juga berbeda. Jika radio komunikasi di F1 memungkinkan pebalap berkomunikasi untuk mengatur strategi bersama tim, di MotoGP lebih sederhana, yakni agar pebalap terhubung dengan Race Direction dalam kondisi tertentu.

Dengan begitu, meski sama-sama menggunakan radio komunikasi, kebutuhan F1 dan MotoGP cukup berbeda. F1 lebih dulu memiliki sistem komunikasi yang terintegrasi dengan mobil dan helm, sedangkan MotoGP harus menghadapi tantangan tambahan seperti angin, posisi mikrofon, hingga bobot perangkat.

Teknologi tersebut masih terus dikembangkan sebelum mulai digunakan secara resmi dalam balapan MotoGP pada 2027.