"Alih-alih mengubah limbah ini menjadi produk bernilai rendah, kami mengolahnya kembali (upcycling) menjadi material nano fungsional berkinerja tinggi melalui proses electrospinning," kata Nasir dikutip dari laman BRIN, Jumat (11/9/2026).

Nasir menjelaskan, dalam pembuatan nanofiber ini limbah jaring nilon dikompositkan dengan nanopartikel Titanium Dioksida (TiO2). Penambahan zat tersebut bisa memperkuat struktur serat dan bisa meningkatkan kemampuan material dalam menyerap air.

Selain itu, nanofiber juga bisa memperluas permukaan aktif. Adapun hasil uji dari performa nanopartikel TiO2 murni ini mencapai 67,84 persen.