"Ketika kami uji pada limbah pewarna tekstil Methylene Blue (MB) di bawah penyinaran sinar UV, hasilnya sangat memuaskan. Pada pH netral (7), material ini mencapai efisiensi degradasi hingga 88,68 persen hanya dalam waktu 60 menit," ujar Nasir.

Keunggulan tersebut berkat struktur nanifiber yang mampu mencegah penggumpalan partikel TiO2. Dengan begitu, penyerapan cahaya bisa maksimal untuk menghasilkan radikal bebas.

"Dengan mengubah limbah jaring nilon menjadi nanofiber multifungsi, kami memberikan nilai tambah pada limbah laut sekaligus menciptakan produk berkelanjutan untuk mengatasi polusi limbah tekstil," kata Nasir.