Sudaryono menjelaskan melalui skema baru tersebut setiap SPPG tidak mendapatkan insentif yang besarannya sama. Pemberian insentif akan diberikan sesuai dengan kapasitas produksi masing-masing dapur.

"Iya (disesuaikan) Sekarang tidak rata semua kemudian, satu dapur semua kemudian dibayar Rp 6 juta, itu tidak adil," terang Sudaryono.

Dia menambahkan, skema pemberian insentif sebesar Rp 6 juta per hari yang selama ini berjalan untuk semua dapur, tidak adil. Pasalnya, dalam aturan insentif yang lama itu tak ada perbedaan tim redaksi SPPG yang mampu memproduksi 3.000 porsi dan 2.000 atau 2.500 porsi per hari.