"Severe icing berarti es menumpuk dengan sangat cepat sehingga sistem pencegah atau pencair es pada pesawat mungkin tidak mampu mengatasinya secara optimal," jelas Crabble.
Menurut Crabble, es dapat mengubah bentuk sayap, mengurangi daya angkat, meningkatkan hambatan udara, dan membuat pesawat jatuh lebih sulit dikendalikan.
Dalam kondisi parah, kata Crabble, performa pesawat dapat menurun dengan sangat cepat, terutama jika pilot tidak dapat segera keluar dari area yang mengalami pembentukan es.
Ia menyebut keberadaan es dapat memperburuk situasi apabila pesawat sebelumnya sudah berjuang menghadapi turbulensi.
"Salah satu kemungkinannya adalah penumpukan es menurunkan kinerja aerodinamika pesawat hingga pesawat tidak lagi mampu menghasilkan daya angkat yang cukup," tutur Crabble.
"Jika pesawat juga menghadapi turbulensi yang cukup kuat, kondisi tersebut dapat memperburuk situasi yang sebelumnya sudah sulit," tambahnya.
Crabble menilai jika pesawat mengalami stall aerodinamis pada ketinggian yang tidak memungkinkan pilot untuk memulihkan kendali, dampaknya akan sangat fatal.
Menurut Crabble, rekaman audio kokpit saja tidak cukup untuk memastikan penyebab kecelakaan. Penyelidik perlu memeriksa kinerja pesawat, kondisi cuaca, dan data penerbangan sebelum menarik kesimpulan.