Pelaku usaha yang baru memulai dapat memperoleh pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian bertumbuh dan memperoleh akses pembiayaan dengan kapasitas lebih besar, sekaligus memanfaatkan layanan transaksi, simpanan, investasi, hingga berbagai layanan keuangan lainnya.
Salah satu infrastruktur penting yang dibangun untuk memperkuat integrasi tersebut adalah jaringan kantor yang luas.
Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan keuangan dalam satu ekosistem.
Pada saat yang sama, Holding UMi tercatat memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang menjadi ujung tombak dalam menjangkau dan mendampingi masyarakat hingga ke tingkat komunitas.
Kehadiran Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan Account Officer (AO) PNM tidak hanya berperan dalam memperluas akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan, tetapi juga membangun kedekatan dengan nasabah, memahami kebutuhan serta karakteristik usaha, memberikan edukasi keuangan, hingga mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan kapasitas usahanya.
Setelah lima tahun berjalan, salah satu ukuran penting keberhasilan Holding UMi bukan semata besarnya pembiayaan yang disalurkan, melainkan kemampuan ekosistem tersebut menciptakan mobilitas ekonomi.
Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah naik kelas. Capaian tersebut menggambarkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai pemberdayaan dan pendampingan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala dan kapasitas usahanya.
Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi pada akhirnya harus diukur dari perubahan kondisi ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem tersebut.
"Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan," jelas Hery.