"Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong," sambungnya.

Memasuki tahun kelimanya, transformasi Holding UMi juga bergerak menuju tahapan berikutnya, yakni memperluas inklusi dan literasi keuangan. Perkembangan tersebut salah satunya terlihat dari penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian. Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding UMi telah mencapai sekitar 153 ton.

Dengan kapabilitas Pegadaian yang terus berkembang, ekosistem emas tersebut mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas secara digital, hingga bullion services.

Integrasi ini semakin memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen penyimpan nilai dan pembentukan aset jangka panjang.

Pengembangan tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan Holding UMi. Masyarakat yang sebelumnya hanya membutuhkan akses modal didorong secara bertahap untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, hingga memiliki aset.

Hery menegaskan lima tahun pertama Holding UMi merupakan fondasi untuk membangun fase pertumbuhan berikutnya.

Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih dalam dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.

"Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan," kata Hery.

"Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif," pungkasnya.