Lantas bagaimana proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, Senin (2/11). Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 4.970 dan resistance 5.185.

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati rilis data inflasi dan aktivitas manufaktur Indonesia periode Oktober 2026. Inflasi diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, indeks S&P manufaktur Indonesia diproyeksikan turun ke level 51,9.

Oktavianus menilai kedua data tersebut kemungkinan direspons moderat oleh pasar karena belum memberikan dampak signifikan terhadap arah kebijakan moneter.

"Rilis data PDB kuartal III 2026 yang diperkirakan melambat menjadi 5 persen secara tahunan berpotensi memberikan sentimen negatif bagi pasar. Kondisi ini juga dibayangi pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang mendorong risiko arus dana keluar," kata Oktavianus kepada NadiKabar.com, Minggu (1/11).

Selain itu, rupiah tercatat melemah hingga menyentuh Rp18.170 per dolar AS. Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah bertenor 10 tahun juga mencapai 7,71 persen, tertinggi sejak Mei 2020. Menurutnya, kondisi tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap pasar saham dan memicu arus modal keluar (capital outflow).

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC yang ditutup menguat 3,73 persen ke posisi 1.390 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi MEDC dapat menyentuh level 1.530 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF yang ditutup menguat 1,99 persen ke level 6.400 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi INDF dapat menyentuh level 6.750 pada pekan ini.