Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan sepekan ke depan. Ia memperkirakan IHSG bergerak dengan level support 4.907 dan resistance 5.317.

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati implementasi kebijakan komite pengawasan khusus (HSC) pada 2 November 2026. Melalui kebijakan tersebut, emiten-emiten yang masuk dalam kategori HSC akan dikeluarkan dari formulasi perhitungan IHSG.

Selain itu, menurutnya, investor akan memperhatikan rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur dan inflasi Indonesia yang diperkirakan masih meningkat, serta data pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Dari eksternal, pasar akan mencermati pelaksanaan pemilihan paruh waktu (midterm election) di Amerika Serikat (AS). Herditya melihat investor juga mulai menantikan peninjauan indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya.

"Sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG antara lain implementasi kebijakan HSC pada 2 November 2026, serta rilis data PMI, inflasi, dan PDB Indonesia. Selain itu, pasar juga akan mencermati perkembangan politik di AS dan MSCI review pada pekan berikutnya," kata Herditya.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk atau EXCL, PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC, serta PT Triputra Agro Persada Tbk atau TAPG.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.