"Di mana ada universitas atau perguruan tinggi, kita overlay dengan sebaran EBT, sehingga di titik mana nanti universitas mana harus jadi center of excellence dari PLTS misalnya" tambah Eniya.

Dalam acara Apresiasi EBTKE 2026, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan, perguruan tinggi, dan individu yang dinilai memiliki kontribusi terhadap pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi.

Untuk kategori Women in Clean Energy diberikan kepada Mada Ayu Habsari dari Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam pengembangan energi bersih, inovasi, kepemimpinan, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan transisi energi di Indonesia.

Melalui organisasinya, Mada menjalankan komitmen pengembangan energi bersih yang selama ini menjadi area male domination dengan melibatkan banyak pekerja perempuan.

Menurut Mada Ayu Habsari transisi energi membutuhkan kontribusi dari semua pihak, termasuk perempuan. "Dengan mengakui dan memperkenalkan perempuan yang telah berkontribusi dalam energi bersih dan dekarbonisasi, kita dapat meningkatkan visibilitas mereka sebagai role model, sekaligus mendorong lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam sektor energi." ujar Mada.