NADIKABAR.COM — Pelaku pasar modal di Indonesia menghadapi berbagai dinamika global dan domestik. Kondisi tersebut mendorong investor untuk lebih selektif dalam menentukan alokasi investasinya.

Direktur Investasi Sucor Asset Management (AM), Dimas Yusuf, mengatakan perhatian pelaku pasar terhadap instrumen dengan profil risiko yang konservatif masih terlihat. Hal tersebut tercermin dari besaran Asset Under Management (AUM) hungga awal September 2026.

"Di tengah kondisi pasar yang dinamis, kami melihat investor semakin selektif dalam menentukan alokasi investasinya. Perhatian terhadap instrumen dengan profil risiko yang lebih konservatif masih terlihat, tercermin dari AUM reksa dana pasar uang Sucor AM yang mencapai Rp 22,48 triliun hingga 9 September 2026 tumbuh 23,3% YTD," ujar Dimas dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Sementara AUM reksa dana saham Sucor AM tercatat sebesar Rp 6,28 triliun atau tumbuh 6,2% YTD hingga 9 September 2026. Hal ini mencerminkan minat terhadap pasar saham pada investor dengan profil agresif dan horizon investasi jangka panjang.