NADIKABAR.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan saham (delisting) 18 perusahaan pada 10 November 2026. Namun, di antara saham-saham tersebut, masih ada sejumlah investor publik yang belum bisa melepas kepemilikannya alias nyangkut.

Sebagai mana investor publik yang tercatat pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL). Berdasarkan data RTI Business, kepemilikan publik atas saham SRIL masih tercatat sebanyak 8.158.734.000 unit atau setara 39,89%.

Investor saham raksasa tekstil PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) juga mengalami nasib serupa. Tercatat investor publik yang masih nyangkut sebanyak 2.448.771.079 unit atau setara 51,521%.

Selain itu, investor saham PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) juga tercatat masih nyangkut sebesar 1.560.140.900 unit atau setara 86,675%. Kemudian investor publik di PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) tercatat sebesar 620.686.725 unit atau setara 78.78%.