Sementara berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, tekanan jual terhadap IHSG masih cukup kuat. Hal ini terlihat dari posisi indeks yang berada jauh di bawah MA20 di level 5.595 dan MA60 di level 6.144.

Kondisi tersebut menunjukkan tren pelemahan atau bearish masih berlanjut. Di sisi lain, indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 26,77 atau sudah masuk area oversold (jenuh jual).

Kondisi ini membuka peluang terjadinya penguatan teknikal dalam jangka pendek. Namun, sinyal tersebut belum cukup untuk memastikan tren IHSG berbalik arah.

"Area 4.907 menjadi support krusial yang perlu dipertahankan. Jika terjadi breakdown, risiko pelemahan lanjutan masih terbuka. Sementara itu, resistance terdekat berada di area 5.026, diikuti 5.200-5.300. IHSG membutuhkan penguatan dan peningkatan volume beli untuk kembali mengonfirmasi momentum pemulihan," terang riset tersebut.