Araghchi mengatakan Teheran menginginkan mekanisme keamanan regional yang melibatkan negara-negara di kawasan tanpa campur tangan militer asing.

"Pembicaraan antara Iran dan Arab Saudi masih berlangsung," tulis Araghchi melalui platform X pada Selasa (3/11).

Pekan sebelumnya, pejabat tinggi dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan pejabat Iran di Teheran. Pertemuan tersebut menjadi kontak tingkat tinggi pertama antara Iran dan ketiga negara itu sejak Agustus.

Pemerintah Arab Saudi menyebut kunjungan tersebut bertujuan membuka jalur negosiasi untuk "mencegah kembalinya eskalasi militer".

Ketegangan regional juga meningkat akibat serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi. Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu dilaporkan meningkatkan serangan seiring pergerakannya menuju Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di sisi lain Semenanjung Arab dari Selat Hormuz.

Houthi juga menyerang fasilitas minyak dan bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Riyadh. Serangan tersebut mengganggu penerbangan dan ekspor minyak, yang kemudian direspons Riyadh dengan serangan udara ke Yaman.

Sementara itu, China dan Rusia menyerukan penyelesaian diplomatik untuk mencegah konflik kembali meningkat. Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta seluruh pihak mengutamakan solusi politik dibandingkan kembali menggunakan kekuatan militer.

Rusia juga menyatakan keprihatinan serius terhadap laporan kemungkinan aksi militer baru terhadap Iran dan menyerukan peningkatan upaya diplomatik.