Di sektor energi, Saudi Aramco tengah menjajaki tambahan jalur ekspor dan kapasitas di luar negeri, termasuk kemungkinan memperluas jaringan pipa East-West.
CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan perusahaan juga siap meningkatkan produksi dengan cepat apabila situasi membutuhkan.
Aramco selama ini mengekspor minyak mentah melalui terminal di wilayah timur Arab Saudi yang menghadap Teluk, serta terminal di pesisir barat Laut Merah melalui jaringan pipa East-West.
Perang AS-Israel terhadap Iran telah mengurangi produksi Aramco. Namun, kenaikan harga minyak disebut mampu mengimbangi penurunan volume produksi tersebut.
Pada Senin (2/11), harga minyak dunia turun hampir empat persen seiring harapan bahwa mediasi terbaru dapat menghasilkan penyelesaian diplomatik. Meski demikian, sejumlah sumber Iran menilai kemungkinan serangan baru AS masih lebih besar dibandingkan tercapainya kesepakatan.
Trump sebelumnya menyatakan tidak akan ada serangan baru terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada Selasa (3/11). Sementara itu, Teheran memperingatkan akan merespons secara agresif jika serangan militer kembali dilakukan.
Risiko terhadap pasokan energi global juga meningkat setelah perusahaan pelayaran Qatar, Nakilat, melaporkan sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) terkena benda tak dikenal di kawasan Teluk pada Jumat (30/10).
Serangan terhadap kapal tanker minyak di Teluk dan Laut Merah telah berulang kali terjadi selama konflik. Namun, insiden yang melibatkan kapal pengangkut LNG relatif jarang dilaporkan.