"Meskipun Angkatan Bersenjata kita yang gagah berani sepenuhnya siap untuk membela tanah air, Iran tetap memberikan kesempatan bagi diplomasi untuk berhasil," kata Menlu Iran itu dalam pernyataan via media sosial X.
"Kami terus menjalin komunikasi yang erat dan berkelanjutan dengan pihak-pihak penengah untuk meninjau gagasan-gagasan yang dapat memastikan pelaksanaan 'Rencana 7 Hari' kami dalam waktu kurang dari seminggu," ujarnya.
Trump sebelumnya telah menolak rencana yang diajukan Teheran pada September lalu.
Araghchi pada saat itu mengatakan bahwa berdasarkan rencana tersebut, Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam waktu tujuh hari jika "syarat-syarat yang diperlukan" -- termasuk gencatan senjata di seluruh front di Timur Tengah -- terpenuhi.
Iran juga menuntut agar aset-asetnya, yang dibekukan di luar negeri, dicairkan, kemudian sanksi terhadap sektor minyak dicabut, serta blokade angkatan laut AS diakhiri.