Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari yang hadir di konferensi pers tersebut bahkan meminta masyarakat tak membeli lagi beras yang terbukti melakukan penipuan.

"Yang konsumen jangan beli itu," ujar Qodari.

Keuntungan beras fortifikasi yang standarnya tidak sesuai disebut mencapai Rp 89 triliun. Amran mencontohkan beras fortifikasi yang dijual Rp 57.000 per kilogram (kg), padahal harga sebenarnya Rp 13.000 per kg.