Perusahaan berharap dapat mencapai pengurangan tersebut melalui program PHK sukarela dengan jangka waktu pengajuan hingga 4 Oktober.

Namun di luar itu JLR akan melakukan PHK wajib meski dengan persyaratan yang kurang menguntungkan bagi perusahaan. Karyawan yang terkena pemangkasan dikatakan akan menerima email dalam beberapa hari mendatang.

Melalui PHK massal ini, perusahaan menargetkan penghematan biaya sekitar 1,7 miliar poundsterling atau Rp 40,42 triliun (kurs Rp 23.780/pounds Inggris) dalam dua tahun ke depan.

Untuk diketahui, produsen mobil asal Inggris ini mengalami penurunan penjualan imbas kalah saing dengan mobil dari China, sebuah negara yang awalnya dilihat JLR sebagai pasar untuk pertumbuhan daripada sumber persaingan.