Sejumlah pengembangan telah dilakukan di sepanjang koridor tersebut, di antaranya revitalisasi Blok M Hub dan Transport Hub Dukuh Atas. Sementara itu, pembangunan Extended Concourse Bundaran HI tengah berlangsung dan proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas masih dalam tahap persiapan.
Ke depan, pengembangan di kawasan Blok M juga akan dilanjutkan melalui proyek Ultimate Development Blok M. Kawasan tersebut rencananya akan dikembangkan menjadi kawasan mixed-use yang lebih terintegrasi dengan berbagai fungsi, mulai dari hunian hingga area komersial dan perhotelan.
"Ini mungkin tunggu tanggal mainnya, Ultimate Development Blok M. Ini masih dalam progres, mungkin yang paling dekat juga launching-nya setelah dari Pedestrian Deck tadi," ujarnya.
Tak hanya Blok M, MRT Jakarta juga menyiapkan pengembangan TOD di kawasan Lebak Bulus. Saat ini, kawasan tersebut telah dilengkapi fasilitas Lebak Bulus Park and Ride.
"Salah satunya ini Lebak Bulus, itu saat ini (sudah ada) Lebak Bulus Park and Ride. Kalau nggak salah beberapa tahun ke depan itu masih menjadi Park and Ride. Tapi nanti ke depannya akan berubah menjadi sebuah kawasan yang mixed-use juga," kata Bimo.
Bimo menjelaskan, MRT Jakarta akan mengoptimalkan fungsi aset park and ride tersebut sehingga nantinya tidak hanya mendukung kebutuhan mobilitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kawasan multifungsi.
Meski demikian, konsep pengembangan mixed-use di Lebak Bulus masih dalam tahap kajian. Ia mengatakan, nantinya tidak menutup kemungkinan kawasan tersebut dilengkapi fungsi komersial maupun hunian, seperti hotel, perumahan, atau apartemen.