Di titik lainnya, MRT Jakarta juga menyiapkan pengembangan di kawasan Thamrin melalui proyek Thamrin Asset Development. Proyek tersebut disiapkan seiring dengan pembangunan Stasiun MRT Thamrin yang nantinya menjadi salah satu stasiun besar di koridor Utara-Selatan sekaligus terhubung dengan koridor Timur-Barat (East-West).

Kawasan Kota Tua dan Glodok menjadi salah satu titik dengan rencana pengembangan terbesar dalam roadmap tersebut. Sedikitnya lima proyek disiapkan di kawasan ini, yakni The Heritage Hub Kalibesar, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building Kota Tua, dan XGL Mixed-Use Glodok-Kota.

Namun, pengembangan kawasan tersebut masih menunggu perkembangan pembangunan jalur MRT menuju Kota Tua. Bimo mengatakan, MRT Jakarta menargetkan pembangunan jaringan hingga Kota rampung pada 2029.

"Untuk yang kota, ini mungkin yang memang masih dalam tahapan cukup lama karena mudah-mudahan MRT tahun depan ini sampai Monas, dan kita rencanakan 2029 baru sampai Kota. Sehingga memang kita akan planning 2029 ketika Kota sudah sampai sana kita sudah mengelola," kata Bimo.

Ia mengatakan, konsep pengembangan kawasan Kota Tua dan Glodok belum ditetapkan secara final. MRT Jakarta masih berdiskusi dengan pemerintah maupun pemilik aset lain di sekitar kawasan tersebut.

Dalam menentukan fungsi kawasan, MRT Jakarta akan menggunakan pendekatan Know Your Customer (KYC) dengan melihat karakter serta kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.

Menurut Bimo, nantinya tidak menutup kemungkinan kawasan itu dikembangkan dengan konsep combined building yang menggabungkan sejumlah fungsi, seperti hotel, cafe, dengan ruang untuk berbagai aktivitas.