NADIKABAR.COM — PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro memperkuat jejaring industri perkeretaapian global melalui partisipasi dalam pertemuan 2026 International Railway Procurement Briefing & 1:1 Business Meetings di Korea Selatan.

Vice President Procurement Division Jakpro, Rizal Zainuddin Chaniago, hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Railway Procurement: Procedures, Participation & Opportunities" yang membahas tata kelola pengadaan perkeretaapian, mekanisme partisipasi penyedia lokal dan internasional, kesiapan dokumen penawaran, evaluasi penyedia, serta pengendalian kontrak.

“Kehadiran Jakpro bertujuan memperoleh referensi teknologi dan praktik terbaik, membangun pemahaman terhadap kapasitas pasar global, serta menjajaki peluang kolaborasi dengan pelaku industri perkeretaapian Korea Selatan,” kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan melalui sesi pertemuan one on one meeting, Jakpro menggali informasi mengenai pengalaman proyek, sertifikasi, dukungan Original Equipment Manufacturer atau OEM, interoperabilitas sistem, waktu pengiriman, layanan lokal, pelatihan, pemeliharaan, ketersediaan suku cadang, dan biaya sepanjang umur aset.

Menurut dia, agenda tersebut juga membuka akses pengetahuan terhadap ekosistem perkeretaapian Korea Selatan termasuk pengembangan kereta perkotaan, persinyalan, elektrifikasi, otomasi operasi, pengujian dan sertifikasi, keselamatan, teknologi rendah karbon, serta pemeliharaan infrastruktur berbasis data dan kecerdasan artifisial.

“Partisipasi Jakpro merupakan bagian dari penjajakan pasar dan pertukaran pengetahuan. Kami ingin memastikan bahwa teknologi tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga aman, terintegrasi, mudah dipelihara, memiliki dukungan jangka panjang, serta memberikan nilai terbaik sepanjang umur aset,” kata dia.

Ia memaparkan nilai strategis karena setiap teknologi dapat ditinjau sekaligus dari aspek kepatuhan, kesiapan pasar, kewajaran harga, dukungan OEM, risiko kontraktual, layanan purnajual, pengembangan kapasitas lokal, serta total cost of ownership.

“Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kualitas perencanaan pengadaan dan pengelolaan kontrak proyek transportasi publik Jakpro,” kata dia.

Menurut Rizal, hasil kegiatan di Korea Selatan akan ditindaklanjuti melalui pemetaan kapabilitas pemasok, penguatan kajian pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan kebutuhan pengadaan yang lebih objektif, kompetitif, transparan, dan akuntabel.

Ia menambahkan pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan mendukung transfer teknologi, penguatan layanan teknis dan pemeliharaan di dalam negeri, serta peningkatan keterlibatan pelaku industri nasional.

Jakpro turut menyampaikan konteks pengembangan LRT Jakarta Fase 1C koridor Manggarai–Dukuh Atas dan kebutuhan lanjutan yang berkaitan dengan sistem perkeretaapian, rolling stock, sistem stasiun, serta peralatan inspeksi dan pemeliharaan masih bersifat indikatif serta tunduk pada kajian, persetujuan, kesiapan pendanaan, dan proses pengadaan resmi.

Ia menegaskan bahwa forum dan pertemuan bisnis tersebut bersifat eksploratif.

“Melalui partisipasi ini, Jakpro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengadaan yang profesional dan berorientasi pada nilai manfaat, guna mendukung pembangunan transportasi publik Jakarta yang aman, modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” katanya.