NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong sinergi peningkatan kapasitas Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) untuk memperkuat gerakan pemilahan sampah dari sumbernya.
"Seiring dengan dinamika dan tantangan wilayah yang semakin kompleks, kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, integritas, serta profesionalisme para anggota LMK dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Jakarta, Selasa.
Kusmanto menilai LMK merupakan salah satu mitra strategis pemerintah yang berada di garda terdepan sekaligus menjadi jembatan yang menghubungkan langsung antara pemerintah dengan masyarakat.
Oleh karena itu, peran aktif, kreatif, dan inovatif dari seluruh anggota LMK sangat krusial dalam menyukseskan berbagai program pembangunan daerah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 atau perubahan atas Perda No. 5 Tahun 2010, yang menjadi acuan regulasi utama bagi LMK.
Selain sebagai ajang penguatan kapasitas dan integritas, Kusmanto juga menyoroti sejumlah program dan isu strategis kota yang membutuhkan peran aktif masyarakat.
"Salah satunya pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber," ujar Kusmanto.
Kusmanto mengimbau seluruh jajaran LMK untuk terus mengedukasi dan mengajak masyarakat di lingkungan masing-masing agar membudayakan pengolahan serta pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
"Kami berharap forum ini menjadi sarana belajar bersama, menyamakan persepsi, serta mempererat hubungan kolaborasi antara LMK dengan RT, RW, lurah, hingga camat demi mewujudkan Kota Jakarta Timur yang semakin kompak, mandiri, dan terdepan," ucap Kusmanto.