NADIKABAR.COM — Konsumen yang berharap melandainya tren kecerdasan buatan (AI) dapat membuat harga RAM kembali terjangkau tampaknya harus gigit jari.
Produsen memori asal Amerika Serikat, Micron, memperingatkan bahwa meskipun tren AI bubble melandai, pesatnya pertumbuhan manufaktur robot humanoid akan mmebuat permintaan memori tetap tinggi hingga tahun 2027 dan seterusnya.
Dalam earnings guidance untuk tahun fiskal 2027 (FY27), Micron memproyeksikan bahwa physical AI dan robot humanoid bakal menjadi penggerak utama permintaan DRAM serta penyimpanan (storage), bahkan berpotensi melampaui kebutuhan data center AI.